Jika saat ini Anda tengah menjalankan program hamil, maka penggunaan kalender ovulasi menjadi sangat penting untuk meningkatkan peluang kehamilan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa masa-masa subur seorang perempuan tidak terlepas dari menstruasi yang dialaminya. Dan setiap perempuan biasanya memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda.

Pentingnya Mengetahui Kalender Masa Subur

Diketahui bahwa sel telur yang dilepaskan ketika mengalami masa subur hanya bisa bertahan selama 12 sampai 24 jam saja. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi Anda dan juga pasangan untuk menemukan waktu yang tepat dalam melakukan hubungan intim. Karena saat inilah, Anda memiliki peluang yang lebih besar untuk hamil.

Perempuan dan laki-laki haruslah menjalani hubungan seksual mereka tanpa menggunakan pengaman dalam bentuk apapun paling tidak 5 hari sebelum terjadinya ovulasi. Mengingat bahwa sperma laki-laki hanya bisa bertahan hidup di sistem reproduksi wanita selama 3 sampai 5 hari saja. Dengan begitu, sperma bisa segera membuahi sel telur ketika dilepaskan saat masa subur.

Cara Menghitung Dengan Menggunakan Kalender Masa Subur

Secara normal, siklus menstruasi perempuan akan berlangsung selama 24 sampai 38 hari. Dan masa subur perempuan biasanya akan berlangsung selama 14 hari. Hitungan ini hanya bisa diaplikasikan untuk perempuan yang siklus menstruasinya adalah 28 hari setiap bulan.

Disisi lain banyak perempuan yang mengalami siklus menstruasi secara berbeda. Ada yang siklusnya 27 hari, lalu selanjutnya akan mengalami perubahan menjadi 30 hari, 28 hari, dan 29 hari. Jika kondisinya seperti ini, maka penghitungan menggunakan kalender ovulasi atau kalender masa subur sangatlah dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang lebih tepat.

Dalam melakukan penghitungan menggunakan kalender masa subur, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu jumlah hari pada siklus menstruasi di bulan-bulan terakhir.

Untuk hari pertama masa subur, bisa dihitung dengan mengurangi siklus terpendek dengan 18. Sedangkan untuk hari terakhir masa subur, Anda bisa menghitungnya dengan mengurangi siklus terpanjang dengan 11. 

Melalui hitungan itulah, Anda bisa mendapatkan hari-hari masa subur yang lebih akurat dan dianjurkan untuk melakukan hubungan intim di hari tersebut. 

Bahkan untuk mengetahui masa-masa subur, Anda juga bisa mendeteksinya melalui tanda-tanda yang dirasakan. Seperti keluarnya cairan bening dari vagina, payudara yang terasa kencang dan nyeri saat Anda sentuh, perut merasa seperti kembung, pinggul terasa pegal, dan keluarnya bercak darah dari vagina.

Dengan melakukan penghitungan menggunakan kalender ovulasi yang juga disertai dengan mengetahui setiap tanda yang Anda rasakan, hal ini akan sangat membantu Anda. Di mana waktu yang lebih akurat bisa segera diketahui. Meski sedikit merepotkan, namun hal ini menjadi usaha yang dapat Anda lakukan dengan pasangan untuk bisa segera mendapatkan buah hati.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *