Membicarakan tentang simpanan di bank, tentu tidak lepas dari berita atau informasi mengenai suku bunga LPS terbaru. Pada 25 November 2020 lalu, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) menetapkan tingkat suku bunga penjaminan dipangkas atau turun sebesar 0,5 persen atau 50 basis points (BPS). Penurunan suku bunga sebesar 0,5 persen tersebut untuk simpanan rupiah pada bank umum serta BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Sedangkan untuk simpanan valuta asing pada bank umum, tingkat bunga penjaminan turun sebesar 25 BPS. Lalu mengapa suku bunga dipangkas LPS hingga sebesar itu? Berikut pembahasannya:

Beberapa Alasan Suku Bunga LPS Terbatas Turun 0,5 Persen

Keputusan penurunan suku bunga penjaminan yang terbaru ini berlaku hingga 29 Januari 2021. Rincian suku bunga LPS terbaru tersebut adalah 4,5 persen untuk simpanan bank umum rupiah, kemudian 1 persen simpanan valas, dan 7 persen simpanan rupiah di BPR. Penurunan suku bunga penjaminan ini berdasarkan pada suku bunga simpanan dari perbankan yang terlihatnya menurun, kemudian likuiditas yang stabil serta dinamika yang terjadi di perekonomian atau keuangan.

Sepanjang 16 Oktober hingga 17 November 2020 silam, suku bunga simpanan rupiah turun sebesar 16 basis points, sementara valuta asing (Valas) turun sebesar 5 basis points dibandingkan periode observasi di bulan yang sebelumnya. Suku bunga simpanan mempunyai potensi untuk terus melanjutkan tren turun seiring likuiditas longgar. Penurunan tingkat bunga penjaminan pada perbankan ini turun lebih besar dibandingkan yang sebelum-sebelumnya, di mana biasanya adalah 25 BPS. Ini dilakukan guna mengejar suku bunga acuan Bank Indonesia yang turun.

Dengan adanya ketetapan baru mengenai suku bunga penjaminan LPS yang terbaru ini, bank diharuskan untuk melakukan himbauan pada setiap nasabah penyimpan mereka mengenai suku bunga penjaminan simpanan yang berlaku ini. Tidak hanya itu, bank juga diharuskan untuk memberitahukan pada para nasabah tentang nilai maksimum simpanan yang akan dijamin oleh LPS. Lembaga Penjaminan Simpanan atau LPS bahkan juga menghimbau pada bank-bank untuk selalu memperhatikan bagaimana kondisi dari likuiditas.

Bank harus tetap mematuhi ketentuan yang sudah ditetapkan oleh BI tentang pengelolaan likuiditas. Selain itu, bank juga harus mematuhi aturan dan pengawasan perbankan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK yang merupakan salah satu lembaga yang memiliki kewenangan dalam dunia keuangan di Indonesia.

Sebagai nasabah penyimpan dari bank yang menjadi peserta LPS, Anda memang harus mengetahui informasi tentang suku bunga LPS terbaru yang sedang berlaku. Anda pun sebaiknya mengetahui berbagai alasan mengapa suku bunga dapat naik atau turun. Dengan informasi yang banyak dimiliki, Anda mungkin tidak akan mudah terprovokasi dengan berita-berita negatif dan simpang siur di luar sana mengenai suku bunga penjaminan hingga dunia perbankan. Semoga bermanfaat!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *